Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 dari seluruh angka kematian di Indonesia karena penyakit jantung atau penyakit kardiovaskuler yang paling umum disebabkan oleh jenis penyakit jantung koroner (PJK) dan penyakit stroke.

Mungkin kita sering mendengar, banyak kejadian seseorang meninggal secara mendadak tanpa diketahui dan setelah di cek penyebabnya adalah serangan jantung. Itu semua karena penyakit ini bisa datang tiba tiba tanpa adanya gejala apapun karena itulah para pakar sering menyebut penyakit jantung ini dengan sebutan penyakit silent killer. Selain itu penyakit ini juga tidak mengenal jenis kelamin dan usia artinya siapapun bisa terkena penyakit kardiovaskuler ini, jadi tidak heran ya jika penyakit jantung disebut juga dengan penyakit pembunuh no 1 di Indonesia.

Baiklah sebelum kita mengulas penyakit jantung koroner, terlebih dahulu kita akan mengulas tentang apa itu penyakit jantung serta jenis jenis penyakit jantung dan gejalanya, agar dengan ini kita masyarakat bisa mengetahui gejala gejala penyakit jantung dan bisa melakukan pemeriksaan sedini mungkin guna mencegah hal hal yang tidak kita inginkan.

Pengertian penyakit jantung.

Penyakit jantung yang bisa juga disebut dengan penyakit kardiovaskuler adalah istilah yang umum kita sebut untuk semua jenis penyakit yang berhubungan serta mempengaruhi struktur atau fungsi jantung anda.

Beberapa jenis penyakit jantung / macam macam penyakit jantung yang perlu kita ketahui:

  1. Penyakit Arteri Koroner atau biasa kita sebut Penyakit Jantung Koroner (PJK).
  2. Penyakit Tachycardia (Aritmia) atau Gangguan Ritme / Irama Jantung.
  3. Penyakit Kardiomiopati atau Penyakit Otot jantung.
  4. Penyakit Gagal Jantung.
  5. Penyakit Katup Jantung.
  6. Penyakit Serangan Jantung atau Penyakit Infark Miokard
  7. Penyakit Jantung Bawaan.
  8. Penyakit Jantung Angina atau Angina Pektoris.
  9. Penyakit infeksi jantung.
  10. Penyakit Jantung Rematik.

Dibawah ini adalah makalah penyakit jantung koroner yang kami rangkum agar anda mengetahui lebih jauh tentang penyakit jantung koroner.

Apa itu penyakit jantung koroner?

Penyakit jantung koroner adalah suatu penyakit yang terjadi saat peredaran darah ke jantung terhambat di arteri koroner sehingga pasokan oksigen dan nutrisi ke jantung menjadi lebih sedikit. Kerusakan atau penyumbatan di arteri koroner umumnya terajadi karena adanya penumpukan plak seperti lilin yang mengandung kolesterol dan sel sel lainnya (sel inflamasi, lipoprotein, dan kalsium) di bagian dalam dinding arteri koroner. Plak ini kemudian mengeras kemudian secara perlahan dan pasti plak semakin menebal bersama dengan waktu, hal inilah yang disebut dengan Aterosklerosis. Dengan semakin menebalnya plak di dinding dalam arteri jantung mengakibatkan hanya sedikit aliran darah yang dapat masuk ke jantung. Beberapa keping darah yang terhambat menempel di plak dan menggumpal. Jika gumpalan plak semakin besar dan pecah maka artinya tambah sedikit aliran darah yang membawa oksigen yang bisa masuk ke jantung jika hal ini sudah terjadi, kemungkinan terjadinya serangan jantung akan menjadi besar.

Penyebab Jantung Koroner dan Cara Mengatasinya.

Banyak yang bertanya apa sih penyebab penyakit jantung koroner? Seperti yang kita ketahui di atas, penyebab seseorang menderita penyakit jantung koroner dikarenakan adanya timbunan plak di arteri koroner. Sedangkan untuk penyebab pastinya timbunan plak itu, sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti.

Dari hasil penelitian, telah berhasil diidentifikasi beberap faktor resiko jantung koroner yang memperbesar kemungkinan seseorang menderita jantung koroner.

Faktor faktor resiko penyakit jantung koroner terbagi dua, yaitu: modifiable (faktor resiko yang dapat diubah) dan non modifiable (faktor resiko yang tidak dapat diubah.

1.Modifiable (faktor resiko yang dapat dirubah).

Faktor resiko modifiable ini biasanya terjadi karena pola hidup, gaya hidup, dan kebiasaan buruk kita yang ternyata akan berdampak buruk pada kesehatan jantung kita. Berikut ini beberapa faktor resiko baik dari pola hidup maupun penyakit yang memungkinkan seseorang terkena penyakit jantung koroner.

  • Kebiasaan merokok.

Kandungan nikotin di dalam rokok bisa menyebabkan pembuluh darah koroner mengerut. Sedangkan kandungan karbon monoksida dapat merusak lapisan pembuluh darah sehingga membuatnya lebih rentan mengalami aterosklerosis. Jadi jangan heran jika serangan jantung lebih sering terjadi pada perokok daripada seseorang yang tidak merokok.

  • Diet yang salah.

Banyak yang mengira mengurangi karbohidrat dan memakan makanan berlemak dan bersantan itu tidak masalah. Justru jika kita mengurangi karbohidrat tapi asupan kita akan lemak, garam, dan gula tinggi hal itu akan sangat berkontribusi pada perkembangan penyakit jantung di diri kita.

  • Hiperkolesterolmia atau Kadar Kolesterol Tinggi.

Masukan kolesterol dalam tubuh mempengaruhi tingkat kolesterol di dalam darah. Tingkat kolesterol jahat dalam tubuh ( LDL ) yang tinggi akan meningkatkan pengendapan kolesterol dalam arteri koroner. Jadi jika seseorang memiliki kolesterol tinggi maka akan memungkinkan juga dia menderita penyakit jantung koroner

  • Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi.

Tekanan darah yang tinggi jika terjadi terus menerus, selain menambah beban pada pembuluh arteri juga dapat menyebabkan kerusakan, pengerasan dan penebalan di dinding pembuluh arteri. Hal ini tentu akan mempersempit pembuluh darah yang mengalir. Dari beberapa hasil penelitian, hipertensi ternyata sangat berpengaruh positif terhadap penyakit jantung koroner.

  • Diabetes Melitus atau Kencing Manis.

Diabetes melitus disebabkan karena kadar glukosa darah mengalami peningkatan di atas normal. Penderita diabetes diketahui memiliki peluang dua hingga tiga kali lipat terkena penyakit jantung koroner dibanding bukan penderita diabetes.

  • Obesitas.

Obesitas adalah suatu keadaan berat badan yang berlebih. Obesitas berpengaruh pada tekanan darah, kolesterol, dan diabetes. Hal ini tentu saja akan menambah beban pada jantung sehingga tidak mengherankan jika seseorang yang menderita obesitas memiliki peluang terkena penyakit jantung koroner dua kali lipat dari orang dengan berat badan normal.

  • Obat kemoterapi tertentu dan terapi radiasi untuk kanker.

Beberapa obat kemoterapi tertentu dan terapi radiasi untuk kanker dapat meningkatkan resiko seseorang menderita penyakit kardiovaskuler.

  • Kurangnya berolah raga atau melakukan aktivitas fisik.

Olah raga atau aktivitas fisik sangat berpengaruh dengan faktor resiko penyakit jantung koroner. Olah raga atau aktivitas fisik jika dilakukan dengan teratur akan mampu mengendalikan tingkat kolesterol, kadar glukosa dalam darah, lemak tubuh dan tekanan darah. Jika semua masalah kesehatan di atas bisa dikendalikan maka kemungkinan terkena penyakit jantung koroner juga bisa diminimalkan.

  • Stres.

Stres merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi mental seseorang. Seseorang yang mengalami hal tersebut akan menjadi gelisah, khawatir, dan tekanan darah akan meningkat. Jika hal ini terus berlanjut, maka arteri koroner akan menjadi kaku dan hal ini sangat mempengaruhi suplai darah ke jantung. Tidak jarang juga orang yang sedang stres akan mengalami juga peningkatan kolesterol. Jadi sudah pasti stres sangat mempengaruhi kesehatan jantung kita.

  • Kebersihan yang buruk.

Dari kecil kita selalu mendengar kalimat “Bersih pangkal sehat.” , hal itu bisa dikatakan sangat sangat benar. Contohnya untuk penyakit jantung, kebiasaan kita mencuci tangan dapat mencegah kita dari infeksi virus atau bakteri. Sehingga dengan kebersihan, kita bisa mencegah faktor resiko infeksi penyakit jantung.

2. Non Modifiable (faktor resiko yang tidak dapat dirubah).

  • Genetik atau Keturunan.

Penyakit jantung umumnya bisa diturunkan atau diwariskan di dalam keluarga. Jika di dalam keluarga kita seperti orang tua, kakak, atau adik ada yang memiliki masalah jantung sebelum usia 55 tahun, bisa jadi anda memiliki resiko besar terkena penyakit jantung juga. Bukan hanya penyakit jantung saja yang bisa diturunkan dalam keluarga, penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas juga dapat diturunkan atau diwariskan.

  • Umur atau Usia.

Usia sangat mempengruhi faktor resiko seseorang terkena penyakit jantung koroner. Dari hasil penelitian, 4 dari 5 kematian akibat penyakit jantung umumnya terjadi pada orang yang berusia lebih dari 65 tahun. Dengan bertambahnya usia, plak di dinding jantung akan semakin menebal dan arteri darah akan menjadi semakin kaku dan mengeras jadi tidaklah mengherankan kemungkinan terkena penyakit jantung koroner semakin tinggi.

  • Jenis Kelamin.

Berdasarkan penelitian umumnya laki laki mempunyai resiko terkena penyakit jantung koroner tiga kali lipat lebih besar dari wanita. Namun setelah wanita mengalami menopause resiko menderita penyakit jantung semakin besar dan bisa dibilang sama dengan laki laki. Hal ini dikarenakan hormon estrogen yang sangat berperan dalam melindungi pembuluh darah akan mengalami penurunan saat seorang wanita sudah menopause.

Gejala penyakit jantung koroner.

Seperti yang kita ketahui penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penumpukan plak di dinding arteri darah. Dalam beberapa kasus, saat plak pecah akan dapat memblokir suplai darah ke jantung hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya serangan jantung.

Serangan jantung dapat terjadi dengan atau tanpa adanya gejala gejala khusus. Bahkan sebagian besar orang menganggap gejala gejala serangan jantung tidak terlalu penting atau dianggap sakit biasa. Untuk itu kami harap agar anda bisa memperhatikan gejala gejala penyakit jantung dan pencegahannya di bawah ini agar anda bisa segera menghubungi dokter atau pergi ke ruang gawat darurat jika dirasa perlu.

  • Nyeri dada ( angina).

Gejala nyeri dada ini adalah yang paling umum kita rasakan. Angina digambarkan meliputi perasaan berat, sakit, tekanan, panas, mati rasa dan tertindih. Selain terasa di dada, angina juga kadang terasa di daerah bahu, leher dan rahang.

  • Sesak nafas.
  • Detak jantung tidak teratur (palpitasi).
  • Detak jantung cepat.
  • Lemah atau pusing.
  • Mual.
  • Berkeringat.

Gejala jantung koroner pada wanita umumnya lebih halus dan lebih jarang. Seperti perasaan mual, berkeringat, kelelahan, sesak nafas dan juga dada terasa nyeri dan tertekan.

Pencegahan penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner sangat mempengaruhi aktivitas dan kualitas hidup kita. Akibat jantung koroner bukan hanya mengganggu aktivitas kita saja, kemungkinan terburuk bahkan bisa menyebabkan kematian secara tiba tiba.

Karena umumnya penyakit jantung disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, maka sebaiknya kita mulai mencoba pola hidup yang sehat sedini mungkin untuk mencegah penyakit jantung terkena pada kita dan keluarga kita.

Berikut adalah cara cara mencegah penyakit jantung koroner:

  1. Berhenti merokok.
  2. Menjaga kadar kolesterol agar tetap stabil, dengan cara mengkonsumsi makanan rendah kolesterol, rendah lemak, rendah pemanis buatan, dan memperbanyak asupan makanan berserat.
  3. Mengontrol tekanan darah tinggi, dengan cara berolah raga, mengkonsumsi makanan sehat, dan mengurangi asupan garam berlebih.
  4. Lebih banyak melakukan aktivitas tubuh seperti berolah raga dan jalan sehat.
  5. Memulai diet sehat dengan cara lebih memperbanyak konsumsi buah buahan dan sayur sayuran.
  6. Menjaga berat badan agar tetap stabil dan tidak mengalami kegemukan.
  7. Mengendalikan diabetes, dengan cara mengurangi asupan gula dan karbohidrat berlebih.
  8. Mengendalikan amarah yang bisa mengakibatkan stres.
  9. Jika anda mengkonsumsi alkohol atau pecandu alkohol, ada baiknya mengurangi asupan alkohol semaksimal mungkin.
  10. Tidur yang cukup ternyata sangat mempengaruhi kesehatan jantung kita.
  11. Memperbanyak minum air putih. Berdasarkan study di Amerika tahun 2002, dengan memperbanyak minum air putih akan memcegah penyakit jantung sebesar 41%.

Selain melakukan pencegahan penyakit jantung di atas, ada baiknya jika kita melakukan pemeriksaan rutin seperti memeriksa tekanan darah, kolesterol, dan diabetes untuk mengetahui kesehatan tubuh kita sendiri.

Apa aja yang perlu dilakukan untuk cek kesehatan jantung.

Menurut seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, jika seseorang sudah berusia 30 tahun keatas ada baiknya jika dia melakukan pemeriksaan jantung dengan rutin setahun sekali. Namun jika ada suatu keadaan khusus sebaiknya lakukan cek jantung setiap 6 bulan sekali.

Sebelum menentukan seseorang terkena penyakit jantung, dokter akan terlebih dahulu melihat gejala, riwayat medis pasien dan keluarga, dan faktor resiko anda. Sebelumnya dokter juga akan melakukan pengecekan darah pada anda untuk membantu dokter dalam mendiagnosis faktor penyebab penyakit jantung koroner yang anda alami.

Beberapa tes darah untuk jantung yang perlu dilakukan atau diagnosis penyakit jantung:

1.Test Kolesterol.

Test ini dilakukan untuk mengukur lemak dalam darah. Dengan melakukan test ini, dapat meunjukkam resiko anda terkena serangan jantung atau penyakit jantung lainnya. Idealnya untuk tingkat kolesterol normal, kolesterol anda harus di bawah 200 miligram/desiliter.

2. Test Protein C-reaktif (CRP).

Protein CRP diproduksi oleh hati sebagai respon tubuh terhadap cidera, infeksi atau peradangan. Peradangan berhubungan dengan proses aterosklerosis dimana endapan lemak menyumbat arteri anda. Dengan melihat hasil test CRP dan test lainnya akan membantu dokter mengetahui gambaran kesehatan jantung anda. Jika tingkat CRP diatas 2,0 miligram/liter menunjukkan resiko penyakit jantung lebih tinggi.

3. Test Lipoprotein.

Lipoprotein adalah jenis kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Tingkat lipoprotein umumnya ditentukan oleh gen dan tidak diengaruhi gaya hidup. Semakin tinggi kadar lipoprotein maka semakin tinggi resiko penyakit jantung. Lipoprotein sering diuji jika anda memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung atau kematian mendadak.

4. Test Ceramides Plasma.

Test ini fungsinya mengukur ceramide atau lemak dalam darah. Ceramide diangkut melalui darah oleh lipoprotein dan dikaitkan dengan aterosklerosis. Peningkatan kadar ceramide dalam darah menunjukkan resiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

5. Test Brain Natriuretic Peptide.

Biasa disebut juga dengan B-type Natriuretic Peptide (BNP) adalah protein yang diproduksi oleh jantung dan pembuluh darah untuk membantu menghilangkan cairan, melemaskan pembuluh darah, serta menyalurkan natrium ke urine. Ketika jantung rusak, tubuh akan mengeluarkan BNP dalam jumlah tinggi melalui pembuluh darah untuk meredakan ketegangan jantung. Tingkat BNP anda akan membantu dalam mendiagnosis dan mengevaluasi gagal jantung dan kondisi jantung lainnya. Walau begitu BNP tingkat tinggi juga tidak cukup untuk mendiagnosis masalah jantung. Dokter masih akan mempertimbangkan faktor resiko dan hasil tes darah lainnya.

Setelah melakukan semua tes darah di atas, jika dirasakan sangat perlu dokter akan menyarankan anda untuk melakukan tes diagnostik. Tes tes tersebut dapat membantu dokter anda mengetahui sejauh mana penyakit jantung koroner anda, efeknya pada jantung anda, dan untuk menentukan pengobatan terbaik untuk anda.

Berikut beberapa tes diagnostik jantung / pemeriksaan jantung lengkap:

1.Elektrokardiogram (ECG/EKG).

EKG adalah suatu tes yang dilakukan dengan membaca aktivitas listrik jantung istilah kata merekam aktivitas jantung anda dengan memasang beberapa elektroda pada bagian dada anda. Tes ini dapat digunakan untuk memonitor jantung anda saat anda dalam posisi sedang beristirahat yaitu saat tubuh anda berbaring ataupun saat sedang berolah raga.

Tes EKG dilakukan untuk mengetahui kelainan pada irama jantung, mendiagnosis aliran darah yang buruk ke otot jantung, mendignosis serangan jantung, dan untuk mengetahui kelainan jantung seperti jantung yang membesar.

Beberapa hal perlu dihindari saat melakukan EKG seperti hindari memakai krim dan lotion kulit berminyak karena akan megganggu kontak elektroda dengan kulit, jangan memakai kaos kaki yang panjang karena elektroda perlu ditempatkan langsung di kaki dan pakailah kemeja yang mudah dilepas untuk memudahkan memasang elektroda di dada.

2. Rontgen Jantung.

Rontgen jantung menggunakan sinar X untuk mendapatkan gambaran jantung, pembuluh darah serta paru paru anda. Saat melakukan rontgen jantung anda tidak perlu melakukan apapun cukup melepas semua pakaian dan perhiasan anda. Anda hanya cukup memakai gaun rumah sakit. Hal ini hanya memakan waktu 10 sampai 15 menit.

Dari rontgen jantung ini dokter bisa mengetahui cairan di dalam atau sekitar paru paru, masalah pembuluh darah yang membawa darah ke jantung, masalah penyakit jantung bawaan, dan penumpukan kalsium di jantung atau pembuluh darah yang dapat mengakibatkan serangan jantung.

3. Tes Stres untuk Jantung.

Pada tes ini dokter akan meletakkan elektroda pada bagian dada anda. Kemudian anda akan diminta berjalan di atas treadmill atau mengayuh sepeda statis. Kemudian hasil EKG detak jantung dan tekanan darah saat anda melakukan treadmill akan dicek.

Dari hasil tes tersebut dokter akan menggunakannya untuk mengetahui nyeri dada, sesak nafas dan jantung berdebar apakah bersal dari jantung, untuk melihat apakah darah cukup untuk mengalir ke jantung saat anda dalam keadaan aktif, mencari tahu kemungkinan terkena penyakit jantung koroner, mengecek apakah ada irama jantung yang tidak normal, dan juga melihat seberapa baik katup jantung anda bekerja.

4. Tilt Table Test.

Jika anda mengalami pingsan, dokter akan menganjurkan anda untuk melakukan Tilt table test. Pada tes ini anda cukup berbaring di tempat tidur, kemudian anda akan dimiringkan pada sudut yang berbeda dari 30 hingga 60 derajat. Saat menjalani tes ini dokter akan memantau tekanan darah anda, detakan jantung anda di monitor, dan tingkat oksigen di tubuh anda. Tes ini akan membantu dokter untuk mengetahui apakah anda pingsan dikarenakan kelainan jantung anda atau mungkin hal hal lainnya.

Jika anda harus menjalani test ini yang perlu anda ingat, minum semua obat sesuai resep, tidak makan dan minum setelah tengah malam. Kalaupun harus minum obat cukup minum air dalam jumlah sedikit. Untuk tes ini sendiri biasanya berlangsung 1 hingga 2 jam.

5. Echocardiogram atau USG Jantung.

Ekokardiogram adalah tes pada jantung yang menggunakan gelombang suara atau Ultrasonografi (USG) untuk membantu dokter dalam mengetahui kondisi ketebalan otot jantung, ruang ruang dalam jantung, katup jantung, dan lubang antar ruang jantung. Dengan melakukan tes ini selain dokter dapat mengetahui kondisi jantung, juga dapat membantu dokter mengetahui perawatan dan bedah jantung yang efektif untuk dilakukan.

Tes Ekokardiogram menggunakan alat yang disebut transduser. Perangkat ini diletakkan di dada dan menghasilkan gambar dan suara sehingga dokter dapat mendeteksi kerusakan dan penyakit jantung. Jika sangat diperlukan dokter akan menggunakan transduser dengan ukuran yang lebih kecil untuk dimasukkan ke dalam kerongkongan. Dengan alat itu gambar jantung dapat diambil dengan jelas tanpa ada campur paru paru dan dada.

6. Holter Monitoring.

Tes ini bisa dibilang merupakan tes EKG khusus. Holter monitoring adalah EKG portable yang digunakan untuk memantau aktifitas listrik jantung seseorang selama 1 sampai 2 hari. Tes ini sama sekali tidak menyakitkan. Dokter akan menempelkan elektroda di kulit anda setelah itu anda bisa pulang dan dapat melakukan aktifitas seperti biasanya (kecuali mandi).

7. CT Scan Jantung.

Computed Tomography yang biasa kita sebut CT Scan adalah suatu tes yang menggunakan Sinar-X atau X-Ray untuk mendapatkan gambar jantung, pembuluh koroner, dan pembuluh darah besar (seperti: aorta, vena paru, dan arteri). Tes ini dilakukan untuk mengetahui resiko anda menderita penyakit arteri koroner.

Perlu diketahui karena tes ini menggunakan sinar-X dan hal ini dapat membahayakan janin yang sedang berkembang, ada baiknya anda untuk tidak melakukan tes ini saat sedang hamil. Jika anda harus menjalani tes ini beritahu dokter anda jika anda: sedang hamil atau sedang menjalani terapi radiasi.

8. Tes MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Pada tes MRI ini, anda akan diminta untuk berbaring telentang di tempat tidur pemindai. Kemudian anda akan dimasukkan ke dalam mesin MRI yang berbentuk tabung panjang yang fungsinya untuk mendapatkan gambar organ di dalam tubuh anda dengan menggunakan gelombang radio dan magnet. Dengan melakukan tes MRI ini dokter akan bisa melihat apakah anda memiliki penyakit yang berhubungan dengan jantung dan organ tubuh lainnya.

9. Kateterisasi Jantung.

Kateterisasi jantung ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung panjang dan kecil yang disebut kateter ke dalam pembuluh darah di lengan atau kaki. Kemudian kateter ini dipandu ke jantung anda dengan bantuan sinar-X khusus. Dengan melakukan tes ini, dokter dapat mengetahui kemungkinan penyakit jantung (seperti: penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, atau penyakit aorta).

10. Biopsi Jantung.

Biopsi jantung yang juga biasa disebut dengan biopsi miokard ini adalah suatu tes untuk mendeteksi penyakit jantung dengan menggunakan bioptome. Bioptome ini adalah kateter kecil dengan pencengkram di ujungnya. Bioptome ini akan mendapatkan sepotong jaringan kecil otot jantung yang kemudian akan dikirim ke laboratorium dan diperiksa.

Dengan melakukan biopsi jantung, dokter akan bisa mengetahui jika ada radang jantung dan kelainan jantung lainnya. Dokter akan melakukan tes ini jika alat diagnostik umum seperti EKG, rontgen dada, atau ekokardiogram tidak membantu atau juga saat kedaan jantung pasien memburuk tanpa terlihat jelas sebab sebabnya.

Pengobatan penyakit jantung.

Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya tanya, apakah penyakit jantung koroner bisa sembuh? Penyakit jantung koroner bisa dikatakan suatu kondisi yang mirip dengan penyakit diabetes, hipertensi dan artritis. Dimana artinya penyakit ini tidak dapat disembuhkan namun bisa dirawat secara efektif.

Jadi jika anda didiagnosa terkena penyakit jantung koroner, sebaiknya segera mengikuti saran dokter untuk melakukan tindakan perawatan penyakit jantung koroner. Dengan melakukan tindakan tersebut akan dapat membantu mengurangi gejala penyakit jantung koroner dan fungsi jantung juga akan menjadi lebih baik.

Cara mengobati jantung koroner:

1.Mengubah Gaya Hidup Tidak Sehat.

Cara ini bisa dibilang sangat mudah dan cukup sederhana. Hanya cukup dengan gaya hidup sehat, maka kita akan bisa mecegah penyakit jantung koroner ini menjadi lebih buruk. Contohnya: berhenti merokok dan berhenti minum minuman berakohol dapat dengan cepat mengurangi resiko serangan jantung di masa mendatang.

Selain itu merubah gaya hidup lainnya seperti memakan makanan lebih sehat (buah dan sayur sayuran), berolah raga secara teratur (olah raga yang ringan saja dan bisa dilakukan maks selama 30 menit dalam sehari), serta mengurangi makanan yang mengandung gula tinggi, lemak tinggi, dan bersoda juga akan mampu mengurangi resiko penyakit jantung.

2. Obat-Obatan Untuk Jantung Koroner.

Penderita jantung koroner harus mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan yang salah satu fungsinya yaitu untuk mengurangi tekanan darah dan memperlebar arteri anda. Perlu diketahui, beberapa jenis obat jantung memiliki efek samping jadi mungkin dokter akan membahas beberapa opsi (pilihan) dengan anda.

Obat-obatan untuk penyakit jantung, umumnya akan diresepkan sesuai dengan jenis penyakit jantung yang anda alami. Dan obat-obatan tersebut tidak boleh dihentikan tiba tiba tanpa mendapat persetujuan dari dokter, karena akan ada resiko yang akan membuat penyakit anda menjadi lebih buruk.

Berikut jenis obat obatan untuk penyakit jantung yang umum digunakan oleh penderita penyakit jantung koroner.

  • Antiplatelet adalah jenis obat yang fungsinya untuk menipiskan kepingan darah dan mencegah pembekuan darah. Dengan mengkonsumsi obat ini dapat membantu mengurangi resiko terjadinya serangan jantung. Contohnya: aspirin dengan dosis rendah, clopidogrel, dan prasugrel.
  • Beta Blocker (penghambat beta) adalah jenis obat yang fungsinya untuk mengurangi aktivitas jantung dengan menghalangi atau menekan hormon adrenalin. Jadi jantung tidak terlalu keras bekerja. Dengan mengkonsumsi obat ini dapat mencegah: angina, gagal jantung, dan tekanan darah tinggi. Contohnya: atenolol, bisoprolol, propanolol dan metoprolol.
  • Statin (penurun kolesterol). Jika anda memiliki kadar kolesterol yang tinggi, maka dokter akan meresepkan obat ini di dalam daftar obat jantung anda. Statin bekerja dengan menghalangi pembentukan kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik di tubuh anda. Tidak semua statin cocok untuk anda, jadi jika dirasa tidak cocok anda perlu mencari statin yang lain. Contohnya: atorvastatin, simvastatin, dan pravastatin.
  • Nitrat adalah jenis obat yang fungsinya untuk memperlebar pembuluh darah anda. Biasanya nitrat tersedia dalam bentuk tablet dan semprot. Dengan mengkonsumsi obat ini akan membantu: menurunkan tekanan darah dan mengurangi rasa sakit jantung. Contohnya: nitrogliserin, trinitrate, isosorbide, dan mononitrate.
  • ACE Inhibitor berfungsi untuk mengobati tekanan darah tinggi. Contohnya: ramipril, captopril dan lisinopril. Cara kerjanya yaitu dengan memblokir hormon angiostensin II yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. ACE inhibitor selain mampu mencegah jantung bekerja dengan keras, juga mampu meningkatkan aliran darah di tubuh. Efek samping dari ACE inhibitor adalah batuk kering dan merasa pusing.
  • Antagonis Reseptor Angiostensin II. Cara kerjanya hampir sama dengan ACE inhibitor,memiliki fungsi yang sama memblokir angiostensin II untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Hanya memiliki satu efek samping yaitu pusing. Biasa dijadikan alternatif dari ACE inhibitor karena tidak menyebabkan batuk kering. Contohnya: losartan.
  • Calcium Channel Blockers (penghambat saluran kalsium). Berfungsi mengatur jumlah kalsium yang masuk ke pembuluh darah dan otot otot jantung sehingga arteri atau pembuluh darah menjadi lebih luas, melemaskan otot otot yang membentuk dinding arteri sehingga tekanan darah akan berkurang. Contohnya: amlodipine, verapamil, nifedipine dan diltiazem. Efek sampingnya adalah sakit kepala dan wajah memerah.
  • Diuretik, biasa juga disebut dengan pil air. Cara kerjanya dengan membilas kelebihan air dan garam di dalam tubuh melalui urine.
  • Obat digitalis, bekerja dengan cara meningkatkan kadar kalsium di sel sel jantung dengan begitu pompa jantung akan semakin meningkat. Contohnya: digoxin.
  • Antikoagulan, menghambat kerja faktor faktor yang dapat menyebabkan pembekuan darah sehingga penggumpalan darah di arteri dapat dihambat. Contohnya: warfarin dan herparin.

3. Operasi untuk jantung koroner.

Jika kondisi pasien jantung koroner semakin memburuk, misalnya pembuluh darah semakin sempit akibat timbunan lemak dan gejala sudah tidak dapat lagi dikontrol dengan menggunakan obat obatan maka prosedur intervensi atau prosedur pembedahan jantung akan dilakukan oleh dokter guna membuka atau bisa juga memotong pembuluh darah yang mengalami penyumbatan.

Beberapa prosedur operasi jantung yang dapat dilakukan untuk merawat arteri yang tersumbat:

  • Operasi Angioplasti Koroner, prosedur operasi ini dilakukan sebagai perawatan darurat jika terjadi serangan jantung. Cara kerjanya dengan memasukkan sebuah balon kecil ke dalam arteri untuk mengeluarkan jaringan lemak di arteri. Selain itu dokter juga akan memasang ring di arteri untuk menghentikan penyempitan pembuluh darah lagi.
  • Operasi baypass jantung, dilakukan pada pasien jika arteri tersumbat dan menyempit. Cara kerjanya dengan mencangkokkan pembuluh darah ke pembuluh darah jantung yang lain sehingga jantung bisa mendapatkan masukan darah dan oksigen . Hal ini biasa digunakan untuk menyiasati bagian dari arteri koroner yang menyempit dan tesumbat.
  • Operasi Transplantasi Jantung, dilakukan jika jantung sudah mengalami rusak parah dan obat obatan sudah tidak efektif atau jika jantung sudah tidak dapat lagi memompa darah ke seluruh tubuh bisa juga disebut gagal jantung maka transplantasi jantung dapat dilakukan. Transplantasi jantung ini dilakukan dengan cara mengganti jantung yang rusak dan sudah tidak berfungsi dengan normal lagi, digantikan dengan jantung donor yang masih sehat.

Sekian ulasan kami mengenai penyakit jantung koroner. Semoga info dari kami ini bisa berguna untuk semua pembaca. Terima kasih.

Tags: #Akibat jantung koroner #Angina #apa itu penyakit jantung #Apa itu penyakit jantung koroner #apakah penyakit jantung koroner bisa sembuh #Aterosklerosis #Beberapa jenis penyakit jantung #cara cara mencegah penyakit jantung koroner #Cara mengobati jantung koroner #cek kesehatan jantung #diagnosis penyakit jantung #EKG adalah #faktor penyebab penyakit jantung koroner #gejala gejala penyakit jantung #gejala gejala serangan jantung #Gejala jantung koroner pada wanita #gejala penyakit jantung dan pencegahannya #Gejala penyakit jantung koroner #jenis jenis penyakit jantung dan gejalanya #macam macam penyakit jantung #Makalah penyakit jantung koroner #Obat Untuk Jantung koroner #Obat-obatan untuk penyakit jantung #Operasi Angioplasti Koroner #Operasi baypass jantung #Operasi transplantasi jantung #Operasi untuk jantung koroner #Pemeriksaan jantung #pemeriksaan jantung lengkap #pencegahan penyakit jantung #Pencegahan penyakit jantung koroner #Pengertian penyakit jantung #Pengobatan penyakit jantung #penyakit jantung #Penyakit jantung koroner adalah #penyakit kardiovaskuler #penyakit kardiovaskuler adalah #Penyebab Jantung Koroner #Penyebab Jantung Koroner dan Cara Mengatasinya #perawatan penyakit jantung koroner #prosedur operasi jantung #prosedur pembedahan jantung #Rontgen Jantung #serangan jantung #tes darah untuk jantung #tes diagnostik jantung #Tes MRI

author
Author: 
    Gejala Penyakit Jantung dan Pencegahannya.
    Apa itu penyakit jantung? Pengertian penyakit jantung.

    Leave a reply "Penyakit Jantung Koroner"

    Must read×

    Top