Gejala Penyakit Jantung dan Pencegahannya.

Apa itu penyakit jantung?

Pengertian penyakit jantung.

Penyakit jantung adalah serangkaian kondisi atau gangguan yang dapat mempengaruhi kerja dan fungsi jantung. Umumnya penyakit jantung mengacu pada gangguan yang melibatkan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang akan berakibat pada serangan jantung atau stroke. Selain itu masih ada gangguan jantung lainnya seperti: gangguan otot jantung, katup jantung, dan ritme jantung yang juga bisa disebut sebagai bentuk dari penyakit jantung.

Sebelum mengulas tentang penyakit jantung, ada baiknya jika kita terlebih dahulu mengetahui mekanisme kerja jantung atau cara kerja jantung guna memudahkan kita dalam memahami hal hal mengenai penyakit jantung.

Bagaimana jantung bekerja?

Jantung terdiri atas empat ruang. Bagian atas terdapat dua ruang disebut sebagai atrium (serambi) kanan dan kiri, bagian bawah terdapat dua ruang disebut sebgai ventrikel (bilik) kanan dan kiri. Untuk mencegah agar darah yang kaya akan oksigen dan darah yang miskin akan oksigen bercampur, terdapat jaringan dinding otot tebal yang disebut dengan septum. Fungsi septum jantung itu sendiri adalah memisahkan dua sisi jantung, yaitu sisi kanan yang berisi darah miskin oksigen dan sisi kiri yang berisi darah kaya oksigen.

Apakah fungsi jantung? Jantung yang berukuran sekepalan tangan kita dan terletak di rongga dada antara kedua paru paru ini bertanggung jawab untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Setelah darah dialirkan ke seluruh tubuh, sel sel disetiap bagian tubuh akan mengambil oksigen dan nutrisi dari darah. Kemudian darah yang sudah miskin oksigen dari seluruh tubuh itu akan dibawa kembali ke jantung tepatnya ke atrium kanan. Ketika atrium kanan penuh, akan terdapat tekanan yang akan membuka katup trikuspid. Kemudian darah akan mengalir ke ventrikel kanan. Setelah ventrikel kanan penuh, tekanan di ventrikel kanan akan meningkat dan menutup katup trikuspid sehingga darah tidak dapat kembali ke atrium kanan. Saat ventrikel kanan mengalami kontraksi, tekanan akan meningkat kemudian darah akan dipompa ke arteri pulmonalis melalui katup pulmonik menuju ke paru paru dimana sel darah merah mengambil oksigen.

Darah yang sudah kaya akan oksigen akan menuju ke atrium kiri melalui 4 tabung yang dikenal dengan pembuluh darah paru paru / vena paru paru. Setelah atrium kiri penuh, katup mitral akan terbuka dan kemudian darah akan mengalir ke ventrikel kiri. Setelah ventrikel kiri penuh, katup mitral akan tertutup dan membuka katup aorta. Darah kemudian mengalir melalui aorta yang merupakan pembuluh darah utama yang memasok darah ke seluruh bagian tubuh melalui cabang cabang dari aorta. Hal ini akan terus berulang dan disebut dengan sirkulasi darah.

Setelah anda mengetahui sistem kerja jantung, berikutnya kita akan membahas gejala gejala penyakit jantung dan penyebab penyakit jantung. Perlu diketahui gejala dan penyebab penyakit jantung beragam dan berbeda sesuai dengan jenis dari penyakit jantung itu sendiri.

Jenis penyakit jantung, gejala penyakit jantung dan penyebab penyakit jantung.

1.Penyakit Arteri Koroner atau Penyakit Jantung Koroner.

Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah di jantung. Pada penyakit ini gejalanya berbeda antara pria dan wanita. Pria lebih cenderung mengalami nyeri dada dan pada wanita biasanya memiliki gejala lain bersamaan dengan nyeri dada seperti sesak nafas, mual dan kelelahan yang parah.

Gejala penyakit jantung koroner:

  • Nyeri dada, sesak di dada, angina (dada terasa tidak nyaman), dan tekanan di dada.
  • Sesak nafas.
  • Rasa nyeri di rahang, tenggorkkan, leher, perut bagian atas atau punggung.
  • Rasa lemah atau dingin di kaki dan lengan, rasa sakit, dan mati rasa akibat pembuluh darah di bagian tubuh menyempit.

Penyakit ini biasanya tidak didiagnosa sebelum anda mengalami stroke, angina, serangan jantung dan gagal jantung. Maka dari itu sangat penting bagi anda untuk memahami gejala penyakit ini dan segera didiskusikan dengan dokter anda

Berikut faktor resiko atau penyebab penyakit jantung koroner:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Terapi radiasi.
  • Merokok.
  • Kolesterol tinggi.
  • Kurang tidur.
  • Diabetes.
  • Diet tinggi lemak.
  • Terlalu banyak minum alkohol.
  • Polusi udara.
  • Penyakit paru.
  • Obesitas.

Orang dengan memiliki dua atau lebih faktor resiko di atas memiliki peluang penyakit jantung koroner lebih tinggi.

2. Penyakit Aritmia (Tachycardia).

Aritmia adalah penyakit gangguan pada irama jantung. Tachycardia adalah jenis gangguan aritmia yang paling umum, dimana jantung berdetak lebih cepat dari biasanya saat sedang beristirahat. Ukuran detak jantung yang normal saat beristirahat adalah 60 sampai 100 kali saat sedang beristirahat. Namun dalam kasus ini jantung berdetak lebih cepat di atas normal maksimum saat sedang beristirahat.

Gejala penyakit aritmia (tachycardia).

  • Sakit kepala ringan.
  • Sesak nafas.
  • Denyut nadi cepat.
  • Jantung berdebar / jantung berdetak cepat.
  • Merasa tidak nyaman.

Temui dokter segera jika anda merasakan gejala gejala di atas. Dan jika anda pingsan, sulit bernafas atau nyeri dada lebih dari beberapa menit segera ke unit gawat darurat untuk segera ditangani lebih lanjut.

Penyebab penyakit aritmia (irama jantung tidak normal) atau faktor resiko aritmia meliputi:

  • Penyakit jantung bawaan sejak lahir.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Penyakit jantung koroner.
  • Merokok.
  • Diabetes.
  • Penyalahgunaan narkoba.
  • Rokok atau kafein berlebihan.
  • Beberapa obat yang dijual bebas, suplemen, obat herbal, dan obat racikan.

3. Penyakit otot jantung (Kardiomiopati).

Penyakit kardiomiopati adalah penyakit otot jantung yang membuat jantung anda lebih sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Penyakit ini dapat mengakibatkan gagal jantung.

Awal mungkin tidak terlalu terlihat gejalanya, namun seiring berkembangnya penyakit ini, akan ada beberapa gejala yang muncul.

Gejala penyakit kardiomiopati.

  • Sesak nafas baik saat beraktivitas ataupun saat beristirahat.
  • Bengkak di pergelangan kaki.
  • Perut menjadi kembung karena timbunan cairan.
  • Detak jantung terasa cepat atau berdebar.
  • Kelelahan.
  • Pusing dan pingsan.

Penyebab penyakit kardiomiopati ini sering tidak diketahui. Untuk beberapa orang yang menderita penyakit ini didapat dari diturunkan atau diwariskan oleh orang tua.

Pada beberapa orang kondisi akan cepat memburuk. Namun untuk sebagian orang tidak akan memburuk untuk waktu lama. Temui dokter jika anda mengalami 2 atau lebih dari gejala di atas. Jika merasa pusing dalam beberapa menit dan pingsan segera hubungi bantuan darurat untuk ke unit gawat darurat.

Walau begitu tetap ada beberapa faktor yang menjadi penyebab penyakit kardiomiopati, yaitu:

  • Tekanan darah tinggi dalam jangka waktu panjang.
  • Kekurangan vitamin B1 atau mineral essensial.
  • Adanya komplikasi kehamilan.
  • Pecandu berat alkohol selama beberapa tahun.
  • Ada masalah pada katup jantung.
  • Gangguan metabolisme meliputi: obesitas, penyakit tiroid, dan diabetes.
  • Penggunaan obat terlarang.
  • Penumpukan zat besi di otot jantung.
  • Adanya gangguan yang menyebabkan penumpukkan protein yang tidak normal.

4. Penyakit gagal jantung.

Gagal jantung adalah suatu penyakit dimana jantung menjadi terlalu lemah dan kaku untuk diisi dan dipompa secara efisien. Gagal jantung bisa dipicu oleh beberapa kondisi seperti: penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi dan penyakit otot jantung secara bertahap. Salah satu cara mengendalikan gagal jantung yaitu dengan mengendalikan kondisi yang menyebabkan gagal jantung seperti contoh kondisi di atas.

Penyakit gagal jantung bisa menjadi kronis atau menjadi akut secara tiba tiba. Untuk itu kenalilah gejala penyakit gagal jantung berikut.

Gejala penyakit gagal jantung.

  • Sesak nafas saat berbaring.
  • Kelelahan dan lebih lemah.
  • Bengkak di kaki dan pergelangan kaki.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Batuk terus menerus dengan dahak putih atau merah muda.
  • Buang air kecil pada malam hari meningkat.
  • Pembengkakan di perut.
  • Berat badan bertambah dengan cepat.
  • Kurang nafsu makan dan mual.
  • Nyeri dada jika gagal jantung disebabkan serangan jantung.
  • Nafas menjadi lebih pendek.

Temui dokter jika merasakan gejala gejala gagal jantung di atas. Segera cari pertolongan darurat jika alami sakit dada, pingsan, sangat lemah, detak jantung sangat cepat dan tidak teratur.

Berikut beberapa penyebab penyakit gagal jantung:

  • Penyakit arteri koroner.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Diabetes.
  • Serangan jantung.
  • Obat obatan tertentu (seperti beberapa jenis obat: diabetes, tekanan darah tinggi, kanker, obat kejiwaan, obat paru paru dan beberapa jenis obat lain yang dijual bebas.)
  • Penyakit Sleep Apnea (ketidakmampuan bernafas dengan benar saat tidur di malam hari).
  • Penyakit katup jantung.
  • Penyakit kelainan jantung bawaan.
  • Penggunaan alkohol.
  • Penggunaan tembakau.
  • Kegemukkan.
  • Penyatkit Aritmia (detak jantung tidak normal).

5. Penyakit katup jantung.

Penyakit katup jantung adalah penyakit yang disebabkan oleh satu atau keempat katup jantung. Jantung mempunyai 4 katup, yaitu: katup aorta, mitral, trikuspid dan paru. Katup katup ini akan membuka dan menutup untuk mengarahkan aliran darah ke jantung. Jika salah satu atau beberapa katup katup itu rusak seperti: bocor, penyempitan atau penutupan yang tidak bener tentu saja akan berakibat pada kerja jantung kita.

Gejala penyakit katup jantung.

  • Sesak nafas.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Sakit dada.
  • Kaki atau pergelangan kaki bengkak.
  • Pingsan.

Segera cari perawatan medis jika mengalami gejala gejala di atas.

Penyakit katup jantung, umumnya terjadi karena faktor resiko keturunan atau bawaan. Namun penyakit ini juga bisa terjadi pada orang dewasa karena sebab dan kondisi.

Beberapa penyebab penyakit katup jantung yaitu:

  • Bertambahnya usia (usia yang semakin tua).
  • Riwayat terkena infeksi yang mempengaruhi jantung.
  • Riwayat pernah terkena serangan jantung atau beberapa jenis penyakit jantung lainnya.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kolesterol.
  • Diabetes.
  • Penyakit jantung bawaan.

6. Penyakit Serangan Jantung atau Penyakit Infark Miokard.

Serangan jantung adalah kondisi dimana aliran darah di area arteri koroner berhenti dan mengakibatkan kekurangan oksigen dan sel sel jantung menjadi mati. Selain itu aliran darah yang terganggu juga akan mengakibatkan rusaknya bagian dari otot jantung.

Serangan jantung dapat berakibat fatal walaupun pengobatan dari tahun ke tahun sudab berkembang secara drastis. Karena itu sangat penting bagi anda untuk menghubungi tim medis atau konsultasi ke dokter jika mengalami gejala berikut.

Gejala serangan jantung.

  • Terasa sakit dan nyeri seperti diremas di dada atau tangan anda yang kemudian menyebar ke leher, rahang dan punggung.
  • Mual, mulas, sakit perut dan gangguan pencernaan.
  • Sesak nafas.
  • Keringat dingin.
  • Sakit kepala ringan atau pusing.
  • Lelah.

Gejala serangan jantung pada setiap orang berbeda beda. Ada yang ringan ada yang parah. Beberapa serangan jantung bahkan menyerang tiba tiba. Karena itu segera minta bantuan medis jika curiga mengalami serangan jantung.

Penyebab serangan jantung utamanya adalah penyempitan satu atau lebih arteri dan kejang arteri koroner yang menutup aliran darah ke otot jantung.

Berikut faktor resiko penyebab serangan jantung:

  • Usia (wanita diatas 55 tahun dan pria diats 45 tahun)
  • Tembakau seperti perokok aktif dan pasif serta obat obatan terlarang (penyebab kejang arteri koroner).
  • Tekanan darah tinggi, obesitas, kolesterol tinggi dan diabetes.
  • Sindrom metabolik (dapat terjadi saat anda terkena diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi).
  • Riwayat keluarga (keturunan).
  • Kurang berolah raga atau aktifitas fisik.
  • Stress atau tertekan.

7. Penyakit Jantung Bawaan.

Penyakit jantung bawaan atau cacat jantung bawaan adalah kelainan jantung yang dialami sejak lahir. Penyakit jantung bawaan ini biasanya akan segera diketahui setelah kelahiran.

Gejala penyakit jantung bawaan.

  • Warna kulit abu abu pucat atau biru.
  • Bengkak di kaki, perut, dan area sekitar mata.
  • Sesak nafas saat menyusui.
  • Kenaikan berat badan yang buruk.

Cacat jantung yang tidak terlalu serius biasanya baru bisa didiagnosa di masa kanak kanak atau dewasa.

Penyakit jantung bawaan umumnya akibat terjadi masalah perkembangan awal pada struktur jantung. Meski para peneliti belum terlalu yakin alasan mengapa jantung mengalami kegagalan dalam berkembang, namun ada beberapa penyebab penyakit jantung bawaan yang diduga sangat mempengaruhinya, antara lain:

  • Mengkonsumsi alkohol dan obat terlarang di masa kehamilan.
  • Ibu yang terkena infeksi virus di awal awal kehamilan.
  • Terkena diabetes saat mengandung dan berpengruh pada perkembangan bayi.
  • Mengkonsumsi resep obat tertentu saat hamil yang ternyata berpengaruh pada perkembangan jantung anak di kandungan.

8. Penyakit Jantung Angina atau Angina Pektoris.

Angina pektoris adalah nyeri dada yang disebabkan karena penyakit jantung koroner. Hal ini terjadi karena otot jantung tidak mendapatkan darah sebanyak yang dibutuhkan. Biasanya ini terjadi karena satu atau lebih arteri jantung yang menyempit atau tersumbat. Angina pektoris biasanya terjadi saat kita sedang melakukan aktifitas fisik atau sedang dalam emosi yang kuat. Dimana saat itu jantung bekerja lebih keras dan membutuhkan oksigen lebih banyak.

Gejala angina pektoris.

  • Tekanan di dada yang terasa tidak nyaman.
  • Kenyang.
  • Rasa sakit di bagian tengah dada.
  • Rasa tidak nyaman di leher, rahang, bahu, punggung dan lengan.

Perlu diketahui bahwa angina pada wanita biasanya berbeda dengan angina pada pria.

Beberapa faktor resiko penyebab penyakit angina pektoris:

  • Mengunyah tembakau, perokok aktif dan pasif.
  • Diabetes.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Keturunan atau mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
  • Usia (wanita diatas 55 tahun dan pria diatas 45 tahun).
  • Kadar kolesterol tinggi.
  • Kurang aktivitas fisik dan kurang olah raga.
  • Tekanan stress.
  • Obesitas.

9. Penyakit Jantung yang disebabkan Infeksi Jantung.

Infeksi pada jantung dapat diakibatkan oleh bakteri, virus ataupun parasit. Penyakit infeksi jantung umumnya adalah Endokarditis, yaitu infeksi yang mempengaruhi membran bagian dalam yang memisahkan ruang dan katup jantung.

Gejala penyakit infeksi jantung.

  • Demam.
  • Sesak nafas.
  • Mudah lemah dan mudah lelah.
  • Perubahan ritme jantung.
  • Batuk kering.
  • Bengkak di kaki atau perut.
  • Ruam atau bintik bintik yang tidak biasa di kulit.

Jika dirasakan memiliki gejala gejala di atas sebaiknya segera menemui dokter anda untuk mendapatkan perawatan.

Penyebab penyakit infeksi jantung umumnya disebabkan oleh kuman yang memasuki aliran darah dengan melakukan perjalanan hingga akhirnya ke jantung. Biasanya bakteri yang dapat menyebabkan endokarditis ini hidup di mulut, tenggorokkan, kulit dan usus. Kegiatan seperti menyikat gigi hingga gusi berdarah, penyakit gusi, infeksi kelamin, radang usus, suntikan, tindikan, penggunaan obat terlarang dll yang memungkinkan bakteri masuk melalui darah anda akan bisa membuat anda terkena endokarditis. Namun perlu diketahui endokarditis umumnya terjadi pada seseorang dengan katup jantung tidak normal atau penyakit jantung walau tidak menutup kemungkinan bagi anda yang sehat terkena penyakit ini.

10. Penyakit Jantung Rematik.

Penyakit jantung rematik adalah beberapa gangguan jantung yang terjadi akibat demam rematik. Demam rematik adalah penyakit radang yang dapat mempengaruhi jaringan ikat tubuh, terutama jantung, sendi, otak dan kulit.

Setiap bagian jantung dapat rusak akibat peradangan demam rematik akut. Namun yang paling sering dipengaruhi oleh demam rematik ini adalah katup jantung, terutama katup mitral. Untuk perkembangan kerusakan katup membutuhkan waktu beberapa tahun baru akan berkembang dan gejala muncul.

Gejala penyakit jantung rematik untuk katup jantung:

  • Nyeri dada.
  • Kelelahan yang berlebihan.
  • Jantung berdebar.
  • Sesak nafas.
  • Bengkak di pergelangan kaki, pergelangan tangan dan perut.

Jika penyakit ini diidentifikasi pada masa anak anak atau remaja diperlukan antibiotik setiap hari sampai usia 25 atau 30 tahun.

Seperti yang kita ketahui penyebab penyakit jantung rematik adalah akibat demam rematik. Faktor penyebab demam rematik jantung disebabkan streptokokus group A pada tenggorokan yang menyebabkan radang tenggorokan dan demam berdarah yang akhirnya memicu demam rematik.

Beberapa faktor resiko penyebab penyakit jantung rematik akibat demam rematik:

  • Riwayat keluarga (gen yang memungkinkan terkena demam rematik).
  • Faktor lingkungan seperti: kemiskinan, kepadatan, kurangnya akses perawatan medis mempermudah penularan bakteri strep group A.

Perlu diketahui, penyakit jantung akan lebih mudah diobati jika sudah diketahui sejak dini. Jadi, jika anda merasakan hal hal seperti; sakit dada, sesak nafas, dan pingsan, ada baiknya untuk segera membicarakan dengan dokter megenai kesehatan jantung anda. Dengan demikian anda bisa melakukan hal hal untuk mengurangi resiko penyakit jantung anda.

Diagnosis Penyakit Jantung.

Ketika anda menemui dokter anda untuk bertanya tentang gejala gejala penyakit jantung anda, kemungkinan dokter anda akan bertanya tentang riwayat kesehatan keluarga anda terlebih dahulu. Kemudian dokter akan memeriksa tekanan darah anda dan detak jantung anda. Dokter anda juga mungkin akan meminta anda untuk melakukan beberapa tes darah, seperti tes kolesterol untuk mengetahui kadar lemak dan kolesterol di dalam aliran darah. Selain itu dokter juga mungkin akan meminta anda untuk melakukan tes CRP (protein C-reaktif) yang berfungsi untuk mengetahui tanda tanda peradangan di tubuh anda. Dengan menggunakan hasil tes CRP dan kolesterol, dokter dapat menilai penyebab penyakit jantung anda.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan diatas, berikutnya dokter akan melakukan pemeriksaan lainnya untuk lebih membantu dokter dalam mendiagnosa penyakit jantung anda. Berikut beberapa tes untuk memeriksa kesehatan jantung anda:

  • Tes EKG (Elektroakrdiogran); ini adalah tes singkat untuk memeriksa aktivitas jantung anda. Dokter akan menggunakan tes ini untuk memeriksa detak jantung anda apakah teratur dan apakah ada kerusakan jantung.
  • Tes echo (Ekokardiogram); biasa disebut dengan USG jantung. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk mendapat gambaran jantung anda, yaitu dengan cara meletakkan transduser di dada anda dan kalau diperlukan dokter mungkin akan mengggunakan transduser yang berukuran lebih kecil untuk dimasukkan dari keronggkongan anda untuk mendapatkan gambaran jantung yang lebih jelas. Dengan tes ini, dokter akan dapat mengevaluasi katup jantung dan otot jantung anda.
  • Karotis Ultrasonografi; suatu alat dengan menggunakan gelombang suara untuk mengetahui aliran darah di pembuluh darah. Dengan menggunakan ini, dokter akan dapat gambaran arteri karotis di kedua sisi leher. Hal ini akan memungkinkan bagi dokter mengetahui jika ada penumpukkan plak di arteri anda dan bisa menilai resiko anda terkena penyakit stroke.
  • Tes stres; untuk dapat mendiagnosis masalah pada jantung pasien, dokter mungkin akan memeriksa pasien saat pasien sedang melakukan aktivitas yang berat. Caranya, pasien akan diminta berjalan atau berlari di atas treadmil sembari dokter memonitor kondisi jantung pasien saat detak jantung pasien meningkat.
  • Holter monitoring. Holter monitor adalah alat yang dapat merekam keadaan jantung anda selama 2 sampai 3 hari. Alat ini merupakan EKG mini yang dapat dibawa kemana mana oleh pasien selama 24 jam. Dengan alat ini dokter akan bisa mengetahui kelainan jantung yang tidak terdeteksi oleh EKG yang umum, seperti: penyakit aritmia dan detak jantung tidak teratur.
  • Rontgen dada (X-Ray); tes ini mneggunakan sejumlah radiasi kecil untuk membuat gambaran di dada termasuk jantung. Dengan melakukam tes ini dokter akan bisa mengetahui penyebab sesak nafas atau nyeri dada.
  • Tilt Table Test adalah tes diagnosa dasar yang bertujuan untuk mengetahui penyebab jika pasien pingsan namun masih belum diketahui pasti apakah pasien memiliki penyakit jantung. Tes ini dilakukan dengan cara pasien akan diletakkan dimeja yang bergerak dari posisi horizontal ke posisi vertikal. Tes ini biasa dilakukan oleh teknisi dan perawat yang terlatih. Selama test, pasien akan dipantau detak jantung, tekanan darah dan tingkat oksigen. Setelah test dokter akan dapat menentukan apakah pasien pingsan karena masalah jantung atau karena kondisi lain.
  • CT Scan Jantung; dokter akan melakukan tes ini untuk mendapatkan gambaran jantung dan pembuluh darah koroner anda dengan menggunakan X-Ray. Kemungkinan dokter akan menggunakan berbagai macam CT Scan untuk mendiagnosa penyakit jantung anda. Dengan melakukan pemeriksaan ini, dokter akan mengetahui penumpukkan kalsium dan simpenan lemak di arteri anda.
  • MRI jantung adalah test pemeriksaan jantung yang menggunakan medan magnet besar dan gelombang radio untuk mendapatkan gambar bagian dalam tubuh anda. Selama MRI jantung, akan terlihat gambar pembuluh darah dan jantung anda saat berdetak. Setelah test dokter akan dapat mendiagnosa kondisi jantung anda seperti otot jantung dan arteri koroner anda.
  • Kateterisasi jantung dan angiografi koroner. Kateterisasi jantung adalah salah satu cara memeriksa kesehatan jantung dengan memasukkan tabung fleksible panjang melalui pembuluh darah di bagian pangkal paha atau bagian tubuh yang lain. Kemudian dokter akan mengarahkan kateter tersebut ke jantung dengan bantuan sinar x. Setelah kateter berada di posisi yang pas, dokter akan menyuntikkan pewarna khusus ke dalam pembuluh darah jantung anda. Kemudian dengan nenggunakan sinar-X dokter dapat melihat arteri koroner anda. Tes ini digunakan untuk mencari masalah pembuluh darah seperti penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah dan kelainan jantung lainnya.
  • Studi elektrofisiologi adalah tes dengan memasukkan kateter elektroda melalui pembuluh darah ke jantung. Elektroda ini akan mengirim sinyal listrik ke jantung dan membuat peta aktifitas listrik jantung. Dengan tes itu dokter akan dapat mengetahui apakah irama jantung anda normal atau abnormal.

Cara mengobati penyakit jantung.

Pengobatan penyakit jantung sangat bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit itu sendiri. Contoh; untuk pengobatan PJK (Penyakit Jantung Koroner) bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup dan obat-obatan, sedang untuk penyakit irama jantung abnormal akan bisa dilakukan dengan menanamkan alat yang fungsinya seperti alat pacu jantung.

Dokter akan memberikan perawatan yang terbaik bagi anda, jadi pastikan anda untuk mendengarkan dokter apa yang harus dan tidak harus dilakukan serta menaati semua anjuran dokter.

Perawatan penyakit jantung meliput:

1.Merubah gaya hidup.

Langkah pertama yang harus anda lakukan untuk mengobati penyakit jantung adalaha mengubah gaya hidup anda. Misalnya: memulai dengan diet jantung yang sehat rendah sodium dan lemak, berolah raga dengan teratur dengan melakukan olah raga ringan selama 30 menit sehari, mengurangi kebiasaan merokok secara berlebihan dan kurangi kebiasaan meminum minuman berakohol.

2. Obat untuk penyakit jantung.

Jika hanya dengan mengubah gaya hidup belum dapat mengontrol pemyakit jantung anda, dokter akan memberikan resep obat untuk mengobati penyakit jantung anda. Resep obat yang diberikan akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit anda.

Obat obatan yang biasa digunakan untuk penyakit jantung:

  • Antikoagulan atau pengencer darah. Sangat bermanfaat untuk mengurangi pembekuan darah. Biasanya digunakan untuk masalah penyakit jantung seperti pembuluh darah dan penyakit irama jantung (aritmia). Dengan mengkonsumsi obat ini akan dapat mengurangi penggumpalan darah di pembuluh darah dan mencegah gumpalan darah di dinding arteri menjadi lebih tebal. Contoh obat antikoagulan: enoxaparin, herfarin, dan warfarin.
  • Angiotensin Converting Enzyme atau ACE Inhibitor adalah golongan obat yang berfungsi untuk memperluas pembuluh darah dan mengatur tekanan darah sehingga darah dapat mengalir dengan mudah. Contoh obat ACE Inhibitor: benazepril, ramipril, dan captopril.
  • Calcium channel blockers (Antagonis kalsium); bekerja untuk memblokir kalsium dan mengatur jumlah kalsium yang masuk ke sel sel otot jantung dan pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menjadi lebih relaks. Dokter akan memberikan resep obat ini jika anda; memiliki tekanan darah tinggi, nyeri dada dan aritmia.
  • Angiotensin II Receptor Blockers (ARBs), berfungsi memblokir angiotensin II sehingga membantu menurunkan tekanan darah anda. Dokter akan meresepkan ARB jika tekanan darah anda tinggi atau gagal jantung kongestif. Contoh obat ARB: olmesartan (Benicar), losartan (Cozaar), dan valsartan (Diovan).
  • Antiplatelet adalah obat yang bermanfaat untuk membantu mencegah pembekuan darah, dan mencegah terjadinya serangan jantung kedepannya. Dokter biasa akan meresepkan obat ini pada anda jika terjadi penumpukkan plak pada arteri dan jika anda memiliki irama jantung yang tidak stabil. Antiplatelet dan antikoagulan memiliki fungsi yang sama cuma cara kerjanya berbeda. Antiplatelet bekerja dengan cara mencegah tubuh membuat zat tromboksan yang berfungsi membuat trombosit bersatu membentuk gumpalan. Contoh obat antiplatelet: aspirin, clopidogrel (Plavix), dan prasurgel (Effient).
  • Beta Blockers atau penghambat beta adalah jenis obat obatan yang digunakan untuk berbagai masalah penyakit jantung seperti: mencegah serangan jantung berulang, tekanan darah tinggi, gagal jantung, nyeri dada dan aritmia. Cara kerja beta blocker adalah menghalangi efek hormon adrenalin sehingga jantung lebih lambat dan kerja jantung menjadi lebih ringan serta mengurangi tekanan darah. Contoh obat beta blocker: bisoprolol, metoprolol, dan propanolol.
  • Obat penurun kolesterol, berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Jika kadar kolesterol jahat mengalami penurunan akan membantu menurunkan resiko penumpukan plak di arteri yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke dan masalah jantung yang lain. Contoh obat penurun kolesterol: atorvastatin, pravastatin sodiun dan simvastatin.
  • Obat digitalis berfungsi memperkuat detak jantung dengan meningkatkan jumlah kalsium dalam sel sel jantung anda (kalsium dapat merangsang detak jantung). Obat digitalis biasanya diresepkan oleh dokter untuk penderita gagal jantung kongestif dan penderita aritmia (irama jantung tidak stabil). Contoh obat digitalis: digoxin (lanoxin).
  • Nitrat, cara kerjanya yaitu dengan memperlebar pembuluh darah guna untuk membut darah dapat lewat dengan mudah. Biasanya anda akan diresepkan obat ini oleh dokter jika anda menderita gagal jantung atau angina (nyeri dada). Contoh obat nitrat: nitrogliserin, isosorbide dinitrate, dan isosorbide mononitrate.
  • Diuretik atau pil air, bekerja dengan membersihkan tubuh dari garam dan air melalui urine sehingga mengurangi jumlah cairan yang mengalir melalui pembuluh darah. Hal ini akan mengurangi tekanan pada dinding pembuluh darah anda sehingga kerja jantung juga menjadi lebih ringan. Biasanya dokter akan meresepkan diuretik untuk mencegah dan mengobati gagal jantung dan tekanan darah tinggi. Contoh obat diuretik: diuril dan metolazone.

Obat obatan untuk penyakit jantung memang dapat membantu anda, namun sebelumnya ada baiknya bagi anda untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat ini dengan berbicara kepada dokter anda.

3. Prosedur Medis Untuk Penyakit Jantung.

Jika setelah anda melakukan perubahan gaya hidup serta mengkonsumsi obat obatan masih tidak cukup untuk menanganinya, dokter mungkin akan menganjurkan untuk melakukan pembedahan. Dokter juga akan melihat jenis penyakit jantung anda dan seberapa besar kerusakan pada jantung anda untuk menentukan prosedur pembedahan yang tepat untuk anda. Contoh operasi jantung yang mungkin dilakukan adalah Memasang stent atau ring di arteri untuk membuat aliran darah di arteri lancar dan ring tersebut tertanam secara permanen, bedah baypass jantung adalah operasi yang dilakukan dengan mencangkokkan pembuluh darah yang tersumbat ke pembuluh darah yang lain agar aliran darah ke jantung kembali lancar. Dan jika benar benar ada keadaan yang sangat serius, mungkin dokter akan melakukan transplantasi jantung yaitu dengan mengangkat jantung yang rusak dan mengganti dengan jantung donor yang masih sehat.

Cara mencegah penyakit jantung.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Pasti kita sering mendengar kalimat di atas. Hal itu benar, dengan semakin meningkatnya angka kematian akibat penyakit jantung, ada baiknya untuk kita berusaha melakukan tindakan pencegahan penyakit jantung guna menghindari masalah jantung ini di masa depan. Namun ada jenis penyakit jantung yang tidak bisa kita cegah seperti penyakit jantung bawaan.

Berikut faktor faktor mencegah sakit jantung:

1.Kurangi / berhenti merokok dan penggunaan tembakau.

Perlu diketahui rokok atau tembakau adalah faktor terbesar penyebab seseorang terkena penyakit jantung terutama jantung koroner. Bahan kimia di dalam rokok akan mampu merusak pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan di pembuluh darah akibat tumpukkan plak.

Karbon monoksida di dalam asap rokok akan menggantikam oksigen di dalam darah sehingga dapat menyebabkan darah tinggi dan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras lagi agar dapat memasok oksigen lebih banyak.

Walau begitu, kabar baiknya adalah jika anda berhenti merokok maka resiko penyakit jantung anda pun akan menurun. Tidak peduli berapa lama anda merokok selama anda berhenti merokok maka anda akam menuai imbalannya dalam bentuk kesehatan.

2. Berolah raga dengan rutin selama 30 menit sehari.

Berolah raga dengan teratur akan mengurangi faktor resiko terkena penyakit jantung. Dengan melakukan olah raga dan aktifitas fisik yang teratur akan dapat mengontrol berat badan sekaligus dapat mengurangi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes yang mana sangat mempengaruhi fungsi jantung anda. Lakukan olah raga secara teratur selama 3 sampai 4 kali dalam satu minggu.

3. Mengkonsumsi makanan yang menyehatkan tubuh dan jantung.

Dengan memperbanyak konsumsi sayur sayuran, buah buahan, daging tanpa lemak, susu rendah lemak, ikan salmon/tuna dan biji bijian akan dapat membantu melindungi kesehatan jantung anda. Anda juga dapat mengkonsumsi makanan mengandung lemak sehat seperti alpukat, kacang kacangan dan minyak zaitun untuk membantu menurunkan kolesterol jahat di tubuh anda. Perbanyaklah mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi, rendah kalori dan tinggi serat, serta kurangi konsumsi makanan tinggi kalori, tinggi garam dan tinggi gula.

4. Kontrol berat badan anda.

Berat badan berlebih akan meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit jantung. Bukan hanya penyakit jantung, berat badan berlebih juga bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit kolesterol tinggi, darah tinggi, dan diabetes. Dengan menurunkan berat badan anda yang berlebih, akan sangat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol di tubuh anda.

5. Melakukan pemeriksaan tubuh secara rutin.

Kita harus melakukan beberapapemeriksaan rutin guna mencegah agar tidak terkena penyakit jantung. Beberapa tes darah untuk cek kesehatn jantung yang harus kita lakukan adalah:

  • Tekanan darah. Pemeriksaan tekanan darah biasanya dimulai dari usia 18 tahun dan dilakukan setidaknya setiap dua tahun sekali. Namun jika anda berusia di atas 40 tahun atau dibawah 40 tahun tapi mempunyai resiko darah tinggi, ada baiknya untuk meminta dokter melakukan pengecekkan setahun sekali. Tekanan darah dikatakan normal jika dibawah 120/80 mm hg.
  • Kadar kolesterol. Umumnya orang dewasa harus mengukur kadar kolesterolnya sedikitnya 5 tahun sekali dimulai dari usia 18 tahun. Tes yang dilakukan biasanya adalah tes kadar kolesterol jahat (LDL). Untuk orang yang normal, kadar LDL normalnya harus dibawah 130mg/dl. Untuk orang dengan resiko penyakit jantung, kadar LDL harus di bawah 100mg/dl. Dan untuk orang dengan penyakit jantung ataupun diabetes, kadar LDL normalnya dibawah 70mg/dl.
  • Diabetes / Kadar gula darah. Karena dibetes adalah faktor resiko berkembangnya penyakit jantung, anda sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan tes diabetes secara rutin. Jika anda memiliki berat badan normal dan tidak memiliki faktor resiko diabetes type 2, sebaiknya anda melakukan tes diabetes di atas usia 45 tahun dan dilakukan 3 tahun sekali. Kadar gula darah dikatakan normal jika, dibawah 100mg/dl (jika berpuasa sedikitnya 8 jam) dan dibawah 140mg/dl (jika dicek setelah 2 jam sesudah makan).

Jik hasil tes kolesterol, diabetes, dan tekanan darah anda normal dokter mungkin hanya akan meresepkan obat dan meminta anda mengubah gaya hidup anda serta memulai gaya hidup sehat.

6. Mengelola stres.

Perlu diketahui stres sangat tidak baik bagi jantung. Stres yang berlebihan atau terlalu lama bisa membuat jantung bekerja lebih keras. Selain itu pada sebagian orang, mereka mengatasi stres dengan cara tidak sehat seperti: makan secara berlebihan, minum minuman beralkohol, dan merokok. Ada baiknya bagi anda untuk mengelola stres dengan melakukan beberapa aktivitas fisik seperti relaksasi, pernafasan dan meditasi seperti yoga. Namun jika dirasa stres anda terlalu berat hingga membuat anda tertekan, marah dan bingung setiap kali ada masalah sebaiknya anda menemui dokter untuk melakukan konsultasi.

7. Menjaga kebersihan tubuh.

Seperti yang kita tahu ada penyakit jantung bisa disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Maka dari itu ada baiknya kita menjaga kebersihan tubuh kita dengan cara rajin sikat gigi, mencuci tangan dan sebisa mungkin menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang terkena penyakit penyakit infeksi salah satunya flu.

8. Istirahat / tidur yang cukup.

Orang yang kurang tidur akan memiliki faktor resiko yang lebih tinggi terkena penyakit diabetes, stres, obesitas, tekanan darah tinggi, dan serangan jantung. Umumnya orang dewasa membutuhkan tidur sebanyak 7 sampai 9 jam setiap malam. Jadi, mari mulai memprioritaskan tidur dalam hidup kita guna mencegah penyakit yang tidak kita inginkan salah satunya penyakit jantung.

Tags: #ACE Inhibitor #Angina pektoris #angiografi koroner #Antagonis kalsium #Antikoagulan #Antiplatelet adalah #apa itu penyakit jantung #Apakah fungsi jantung #Aritmia adalah #Bagaimana jantung bekerja #bedah baypass jantung adalah #bentuk dari penyakit jantung #Beta Blockers #cacat jantung bawaan adalah #cara kerja jantung #Cara mencegah penyakit jantung #Cara mengobati penyakit jantung #Contoh obat ACE Inhibitor #Contoh obat antikoagulan #Contoh obat antiplatelet #Contoh obat ARB #Contoh obat beta blocker #Contoh obat digitalis #Contoh obat diuretik #Contoh obat nitrat #Contoh obat penurun kolesterol #Contoh operasi jantung #CT Scan Jantung #faktor faktor mencegah sakit jantung #Gagal jantung adalah #gejala dan penyebab penyakit jantung #gejala gejala gagal jantung #gejala gejala penyakit jantung #Gejala penyakit aritmia #gejala penyakit gagal jantung #Gejala penyakit jantung #Gejala penyakit jantung bawaan #Gejala penyakit jantung rematik #Gejala penyakit kardiomiopati #Gejala penyakit katup jantung #Gejala serangan jantung #hal hal mengenai penyakit jantung #Holter monitor adalah #Holter monitoring #jenis dari penyakit jantung #Jenis penyakit jantung #Kateterisasi jantung #mekanisme kerja jantung #MRI jantung #Obat penurun kolesterol #Obat untuk penyakit jantung #Pengertian penyakit jantung #Pengobatan penyakit jantung #pengobatan PJK #Penyakit Aritmia #Penyakit gagal jantung. #Penyakit Infark Miokard #Penyakit infeksi jantung #Penyakit jantung adalah #Penyakit Jantung Angina #Penyakit Jantung Bawaan #Penyakit Jantung Rematik #Penyakit kardiomiopati adalah #Penyakit katup jantung #Penyakit otot jantung #Penyakit Serangan Jantung #Penyebab penyakit angina pektoris #Penyebab penyakit aritmia #penyebab penyakit jantung #penyebab penyakit jantung bawaan #penyebab penyakit jantung rematik #penyebab penyakit kardiomiopati #penyebab penyakit katup jantung #penyebab serangan jantung #Perawatan penyakit jantung #Prosedur Medis Untuk Penyakit Jantung #Serangan jantung adalah #sistem kerja jantung #Tachycardia adalah #tentang penyakit jantung #tes darah untuk cek kesehatn jantung #Tes echo #Tes EKG #Tilt Table Test adalah #transplantasi jantung

author
Author: 
    Penyakit Jantung Koroner
    Penyakit Jantung Koroner
    Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian

    Leave a reply "Gejala Penyakit Jantung dan Pencegahannya."

    Must read×

    Top